Tags

, ,

Aku terlahir sebagai anak yang tinggal di perkampungan yang saat itu tidak ada rumah yang berdindingkan beton tepatnya tempat tinggalku di pinggiran hutan tepat dijalur tepi sungai, aku termasuk beruntung karena lahir dengan adanya ke dua orang tua ku saat itu, 5 tahun berlalu dengan cepat dan secara tiba-tiba ayahku meninggal dalam tidur lelapnya saat itu aku masih kecil dan tak tahu apa-apa hanya tahu minta uang dari ibuku yang saat itu bekerja sebagai guru di salah satu sekolah yang terkenal saat itu.

Waktu berlalu tepat kelas 4 SD aku pindah dari tempat lahir ku atau bisa di bilang kampung halamanku waktu itu aku belum mengerti apa maksud dari ibuku memindahkanku ke tempat yang sama sekali belum aku kenal, aku di antar oleh tanteku yang notabene belum menikah sehingga hanya dia saat itu yang bisa pergi mengantar aku menuju tanah baru bagi seorang anak kecil dari desa seperti aku.

Ketika ingin menaiki kapal yang saat itu merupakan satu-satunya akses keluar dari kampungku, tiada rasa lain selain tidak ingin berpisah dari orang tuaku. Aku menangis sejadi-jadinya namun apa daya ibu berkata ini sebenarnya kemauanku sendiri tapi aku yang masih kecil tidak tahu soal itu yang bisa kulakukan hanya menangis dan memohon ibuku untuk menarikku dari sini aku berteriak, memohon, menangis namun ibu tetap tidak menggubris.

Akhirnyapun tiba saatnya kapal berangkat aku melihat peristiwa yang sampai saat ini tidak bisa aku biarkan hal itu terulang lagi ketika tali kapal itu telah naik aku melihat ibuku menangis dan malambaikan tangannya seraya mengucapkan sampai jumpa, tak terbendung lagi rasanya aku terdiam menahan air mataku seraya berfikir kalau semua ini ibu lakukan untuk yang terbaik buatku buat masa depanku.